Sunday, July 15, 2018

Terimakasih Teknik Elektro UTY 2014

Dear Reader,

Ini adalah podcast terkait apa yang saya sampaikan pada saat on air UTY FM Medari 90.7. Podcast ini berisi roadmap saya di UTY secara singkat. Play it cool here :D


Share:

Saturday, April 14, 2018

Ep 1: Dudu dan Jekardah



Jam menunjukkan angka 05.30 pagi di kota Jekardah. Dudu bergegas untuk bangun dan melaksanakan subuh yang tinggal sedikit lagi waktunya habis. Perkenalkan, dudu adalah seorang remaja yang berstatus engineer disebuah perusahaan telekomunikasi di Jakarta. Dudu adalah seorang laki laki yang sangat susah bangun di halaman kampungnya, akan tetapi sangat cepat bangun di kota keras seperti Jakarta. Setelah Dudu melakukan sholat subuh, dia melanjutkan aktivitas rutinnya, yaitu kembali tidur dengan durasi waktu 30 menit pas. Setelah Dudu puas dengan 30 menitnya, dia bangun kembali dan bergegas membuat secangkir kopi di dapur dengan takaran 2 sendok teh gula dan bubuk hitam kopi.

Secangkir kopinya telah dibuat dengan keadaan setengah sadar, sehingga rasanya pun terasa mengejutkan dan membuatnya menjadi sepenuhnya sadar. Dudu tidak terbiasa dengan sarapan menggunakan nasi, akan tetapi dia lebih suka untuk memakan sesobek roti rasa coklat. Dudu pernah mencoba sarapan dengan roti sobek rasa keju, akan tetapi hal ini membuat dia mules-mules setengah mati. Dudu menganalisa bahwa roti sobek keju tidaklah tepat kombinasinya di perutnya, sehingga terjadi konspirasi perut antara kubu keju dan kubu hitam kopi, hasil pertarungan tersebut berimbas pada Dudu yang akhirnya bersemedi di toilet. Pada saat sarapan, Dudu tidak pernah menghabiskan kopinya, dia hanya meminum 3 teguk, selebihnya ditaruh dikulkas untuk dilanjutkan pada malam harinya.

Ritual pagi hari berupa sarapan dengan 3 teguk kopi, 1 sobekan dari sebuah roti dan 1 gelas air putih telah selesai, selanjutnya dudu melakukan quick bath alias mandi bebek atau sering disebut mandi seadanya, yang penting seluruh tubuh sudah terguyur dengan sempurna, ya sekitar 7 ciduk, 3 ciduk diawal lalu interval pemakaian sabun, setelah itu empat sisanya digunakan untuk membasuh sabun dan melakukan finishing mandinya. Setelah mandi, dudu tidak lupa handuk-an dan bersiap dengan baju kemeja andalannya. Baju kemeja Dudu hanya ada tiga, warna navy, biru muda dan putih. Dudu sudah membuat jadwal strategis dalam menggunakan ketiga kemeja tersebut agar tidak terlalu terlihat jika dudu hanya punya 3 kemeja fi kantornya. Baju untuk bermainnya pun hanya ada dua, warna biru dan merah, berbeda dengan nasib dari dompet dudu yang justru jarang ditemukan lembaran berwarna merah dan biru.

Tepat pukul 7 pagi, dudu bergegas untuk berpamitan dan langsung memanggil supir pribadinya dengan menggunakan aplikasi Gojek. Perjalanan bersama supir pribadinya memakan waktu 7 menit untuk tiba di stasiun. Perjalanan dudu ke kantor dilanjutkan menggunakan commuter line atau sering disebut dengan KRL. Dudu adalah pengguna aktif krl, sehingga dia tahu persis jam tiba krl jurusan jakarta kotanya hadir di stasiun daerahnya. Hanya perlu menunggu 7 menit, kereta pun datang. Dan sadar tidak sadar, terdapat tiga buah angka 7 di paragraf ini. 

KRL yang digunakan dudu adalah krl jurusan jakarta kota yang berangkat dari cikarang ataupun bekasi. Dudu selalu heran dan bertanya tanya, kenapa orang bekasi ini tak pernah ada habisnya. Dudu selalu menjadi ikan pepes dalam krl menuju ke kantor. Hal itu berimbas pada snack Better dan permen alpenlibe eclairs yg dibawanya peyok dan menjadi hancur nan gepeng. Tips dudu dalam menggunakan krl pada saat rush our adalah, pasrah pada jiwa dan raga.
Dudu selalu menempatkan diri di gerbong 4 dari depan. Dudu adalah orang pengamat, dia dapat menghafal orang orang yang selalu menghuni gerbong 4. Terdapat 5 penghuni tetap yang telah diamati dudu dalam 5 hari berturut turut. Posisinya pun tidak pernah berubah. 5 penghuni itu terdiri dari 2 cowok dan 3 cewek. 2 cowok ini adalah orang yang sudah ada sejak stasiun KB, sedangkan 3 cewek lainnya adalah cewek yang baru masuk ke gerbong di stasiun KL. Karakter tiap harinya pun tak berubah, cowok A adalah org pendiam yang selalu cek twitter menggunakan topi dengan posisi paten di sebelah kanan pintu, cowok B adalah org yang lebih menikmati suara yang keluar dari earphonenya sambil mengangguk angguk, cewek A adalah cewek cantik yang pendiam dan suka untuk melihat pemandangan yang dilewati krl, cewek B adalah cewek yang selalu menonton drakor di hpnya menggunakan earphone, dudu pun sempat heran, ada berapa stok film drakor yang ia punya, dan apa nyamannya nonton film di kereta. Dan yang terakhir, cewek C yang sedikit mirip cewek A, akan tetapi dia lebih fokus dengan chat whatsappnya disambi dengan mendengarkan mp3 melalui earphonenya.

Dudu telah tiba di stasiun dingdong. 60% dari penumpang dikereta turun di dingdong. Di Jakarta, hanya 1% orang yang berjalan santai keluar dari kereta, sisanya adalah atlit pelari professional berskala krl jabodetabek. Semua bergegas untuk melakukan tapping di mesin tiket. Ada beberapa jenis orang krl dalam melakukan tapping kartu. Yang pertama adalah tipe normal, tipe ini adalah tipe yang selalu sukses saat tapping kartu. Yang kedua adalah tipe card holder, yang harus menarik kalung lehernya agar kartunya dekat dengan mesin tapping. Dan yang ketiga adalah tipe ga sabaran, dia adalah orang yang mempunyai masalah di kartunya, kartunya sering kali tidak terdeteksi oleh sistem, tipe normal akan melakukan tapping secara santai tanpa nafsu, tp ada juga yang melakukan tapping dengan nafsu. Iya, dia tapping seperti menabok nyamuk "SPLAK!!", setelah berhasil dengan metode menampar nyamuk, kemudian dia dapat keluar dr stasiun dengan berlagak mendinginkan kartunya dengan cara mengawe awekan kartunya, seakan akan kartu itu abis di bakar, lalu dikipasin biar dingin.

// to be continued
Share:

Saturday, March 17, 2018

Let's Grow Up



First of all, buat pembaca pertama blog ini (etdah kayak punya banyak pembaca), perkenalkan saya azis dan saya adalah mahasiswa universitas teknologi Yogyakarta. Masuk dengan jalur pmdk. Pernah mencoba universitas terbaik di jogja melalui sbmptn tapi fail, dan pernah masuk juga di univ terbaik pertambangan di jogja tapi ga ququ duidnya, dan pernah keterima di salah satu universitas telekomunikasi terbaik di bandung tapi ga direstui ibuk karena ibuk ga bisa jauh jauh sama anak tercintanya ini. Alhasil Azis menjadi mahasiswa resmi dari sebuah universitas yang masih bisa dibilang baru dan masih dalam proses berkembang menjadi universitas unggul di duaribu sekian.

Postingan ini azis tulis dengan datar tanpa image karena spontanitas aja :p

KAPAL UTY

Mungkin aku akan menamakan sub judul dari artikel ini dengan KAPAL UTY. Kenapa si kapal? Oke lah kita tau bahwa kapal itu adalah sebuah sarana transportasi untuk membantu kita ke sebuah pulau tujuan kita. Temen-temen dah pada tau kan ya kalau analogi pulau disini adalah citatata cita cita kita atau passion kita tercapai melalui kapal yang kita tunggangi. Siapa sih yang bayarin kita untuk naik ke kapal perguruan tinggi? Kebanyakan dari kita masih dibiayai oleh orangtua kita tercinta, akan tetapi ada juga yang membiayai tiket ini dengan usaha keringat sendiri. Tau kan doa orang tua kita jika telah membelikan tiket untuk kita? Ya, 


“Semoga kamu selamat sampai tujuan nak”.

Itu adalah impian dan harapan serta doa mutlak orangtua ke kita. Secara tidak disadari, salah satu cita cita dari orangtua kita memasukkan universitas adalah menjadikan anaknya menjadi lulusan terbaik dan dapat mengimplementasikan ilmunya selama belajar di universitasnya.

Kapal ini adalah sebuah sarana berproses untuk orang yang berjiwa muda dan ingin berkontribusi lebih dengan mengabdi kepada masyarakat. Ingat Tri Dharma Perguruan Tinggi ya, Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian. Kamu akan belajar pondasi dari sebuah ilmu yang kamu tekuni (re: Program Studi), setelah kamu belajar secara spesifik dari pondasi ilmu yang kamu tekuni, maka hal selanjutnya adalah kamu dituntut untuk membuat sebuah penelitian bagaimana konsentrasi ilmu mu dapat diimplementasikan oleh masyarakat. Setelah kamu melakukan sebuah penelitian, tentunya kita tetap harus berbagi ilmu dan mengimplementasikan langsung secara nyata didunia yang sebenarnya. Itu adalah teladan dalam menjadi mahasiswa. Kita adalah jiwa muda dan kita harus punya tekad untuk berjuan lebih agar negara ini bisa makmur dan sejahtera.

Alasan kenapa UTY adalah tempat untuk yang ingin berkembang adalah karena UTY merupakan tempat atau sarana untuk berubah.

UTY merupakan universitas dengan stasus masih berkembang. Di kampus ini mungkin masih sangat kurang dalam hal pengembangan mahasiswanya karena UTY sendiri juga masih berfokus pada asset dan berbagai pembangunan. Disini adalah tempat kamu untuk show up. Buat kamu yang semasa SMA nya masih pasif dan masih lempeng lempeng aja, tidak ada salahnya kamu untuk masuk UTY. 

Setelah kamu masuk UTY, kamu harus mulai berubah sejak awal semester dan mengubah mindsetmu untuk “berkontribusi”, menjadi driver bukan passanger kata pak Reynald Kasali.

Man, kampus ini masih berkembang, bisa saja kan dirimu menjadi contributor terbaik atau most valuable colleger di UTY karena pengaruhmu dan keaktifanmu di UTY besar? Nah itu adalah kunci aku bisa ngomong UTY adalah tempat buat kamu berkembang, bergerak dan berkontribusi. Banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan kampus berkembang.

Jangan monoton! Yang monoton selalu membosankan, percayalah. Lalu? Dengan cara apa? Ya gerak man, disamping kamu harus konsisten di pembelajaranmu di kampusmu, tapi tentunya kamu masih punya waktu waktu kosong yang dapat dimanfaatkan. Mudah kok untuk ikut andil dalam universitas yang masih berkembang. Langkah awal dan termudah adalah, ikut himpunan atau komunitas lain.
Himpunan maupun komunitas adalah tempat terbaik untuk kamu berkembang dan belajar berorganisasi. Di dalam organiasi, tentunya kamu akan menemukan ilmu yang tidak akan kamu dapat di kegiatan pembelajaran di kampus, begitulah kata pak dosen saya bernama Pak Zulkhairi.

Setelah kamu menjadi anggota sebuah organisasi, kembali lagi, Jangan diem! Move man! Kamu uda masuk organisasi tapi tetep diem ya sama aja bohong man, kasi kontribusi, jika kamu masuk himpunan, pikirkan bagaimana cara kamu memberdayakan mahasiswa prodimu agar dapat bersaing dengan universitas lain serta mempunyai skill skill yang mantap. Seketika kamu mempunyai ide untuk bikin workshop, outputnya adalah, mahasiswa yang mengikutinya akan bertambah ilmunya, bertambah skillnya dan dapat bersaing lebih baik. Secara tidak langsung, kamu udah berkontribusi untuk prodimu dengan cara mengadakan sebuah acara yang baik dan bermanfaat bagi mahasiswa yang ada dikampusmu. Dan otomatis pula, power skill mahasiswa di kampusmu akan bertambah dan kampus akan mempunyai sumber daya mahasiswa yang lebih baik karena idemu yang mulia.

Sejak berada dibawah kepemimpinan alm. Pak Prof Bambang Hartadi, UTY mempunyai movement yang sangat massive dalam hal kerjasama dengan beberapa universitas di luar negeri. Hal ini mempunyai impact positive bagi mahasiswa UTY agar dapat memanfaatkan apa yang telah diusahakan kampus. Jika kamu ingin benar benar pergi keluar negeri, mungkin UTY bisa jadi sarana utamamu. Atau jika kamu dulunya adalah orang yang kepengen banget ketemu orang-orang bule dan mempunyai relasi dengan mahasiswa unggul dari luar negeri, UTY mempunyai program Leisure Officer atau sering disebut dengan LO. Disini kamu akan diikutkan magang Bersama bule bule (biasanya mahasiswa Australia). Hal tersebut adalah langkah dimana kamu dapat berubah dan membangun kepercayaan diri untuk mendapatkan relasi baik dengan mahasiswa luar negeri. Mungkin saja kamu dapat membantu dia ketika dia sedang ada usaha bisnis di Australia? Atau mungkin hanya karena kamu menjadi LO bersamanya, kalian mendapatkan ide membuat usaha Bersama di AU? Bisa jadi, ga ada yang ga mungkin, yang penting jika kamu berada di kampus yang berkembang seperti UTY, kamu harus berani gerak.

Kampus yang berkembang mungkin saja belum mempunyai fitur seperti kampus-kampus yang sudah masuk ke level dunia, nah kamu bisa mengabil sample fitur dan sistem dari universitas kelas atas dan mencoba mengimplementasikannya di kampus yang sedang berkembang. Tidak usah muluk muluk, sistem integrase akademik bisa lebih di develop dengan fungsi yang lebih baik, feature yang memungkinkan kita tidak mengantri lagi pada saat validasi mungkin? Jika kamu memang anak IT, dan ingin berkontribusi sekaligus berlatih membuat sistem web akademik menjadi lebih berfungsi lebih baik, tidak ada salahnya untuk menawarkan kepada kampus untuk menjadikan sistemmu sebagai standar validasi di kampus mungkin? Dan jika kampusmu baik, ya kasi persenan laah wkkww.  Intinya adalah, semua masih bisa dilakukan dan masih luas. Idemu bisa saja jadi awal kemajuan dari kampusmu. Yang penting sih mau improve skill dan show up produk-produkmu. Produk disini bukan hanya bentuk jadi, akan tetepi produk kredibilitas kepemimpinanmu dalam bersaing dengan mahasiswa universitas lain mungkin? 😊

Kesimpulannya adalah, jangan jadi mahasiswa pasif, terutama jika kamu berada di universitas yang sedang berkembang seperti UTY, kamu harus bisa mengendalikan dirimu mau kemana setelah kamu di UTY, proses pembentukan soft skill dan hard skill terbaik adalah semasa mahasiswa, outputnya adalah kamu akan mendapatkan pekerjaan yang proper sesuai dengan hasil prosesmu selama mahasiswa. jangan lupa dengan relasi, jarring relasi! Beradaptasilah dengan orang orang yang dapat berkembang Bersama, jangan hanya teman yang ada didalam satu kampus, carilah relasi yang proper dan dapat mengajakmu ke level yang lebih baik. Contoh, kamu punya relasi dengan temen yang kerja di sebuah perusahaan kredibel dan besar, sewaktu waktu teman relasimu membutuhkan orang yang dapat dipercaya, kamu bisa mengusulkan dirimu untuk ikut berkontribusi di perusahannya. Tapi dicatet, tanggungjawabmu lebih besar karena juga mempertanggungjawabkan image temen kamu yang merekomendasikanmu masuk dalam keperusahannya.

UTY masih berkembang, semua universitas itu sebenarnya sama semua, tergantung mahasiswanya mau gerak atau tidak, jika tidak, yasudah. Kisah lengkap diriku dari awal mulai berorganisasi dan bisa kerja di salah satu perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia akan aku tulis minggu depan dengan judul, “The Last Chapter of Me in UTY”
Share: