Tehnik Dasar Kamera SLR

   


   Lama tidak post ya, mumpung liburan nih, mainin hobi aja lebih asik lho dari pada bengong dirumah, cuma bisa Pull to Refresh twitter, udah ga asik bro sist main gituan, mending keluar, keluarin kamera kamu dari drybox, eits, ingat, kamera itu jangan dimanja manja gan, mending disalahgunakan dalam tanda petik, kita dapat berkarya pada barang tersebut. 

  Oke ke inti, so, Azis bakalan ngasi kalian sebuah nasi bungkus dari blog ini, didalam nasi bungkus ini, ente bisa menikmati apa itu dari Tehnik Dasar dalam bermain dengan SLR (Single Lens Reflex) kamu. Tinggalkan mode Auto mu, anggap aja ga ada di Mode Button, kalau perlu, plester dengan isolasi Gaffer :p Lanjut, di Mode Button ini terdapat banyak sekali pilihan mode yang disediakan kamera, well, kita hanya butuh 4 dari semua pilihan tersebut, yakni P, S/Tv, A/Av, M

   Sebelum kita masuk ke dasar materi, baiknya manisnya gantengnya cantiknya, kalian lebih baik membaca Buku Manual yang terdapat pada SLR kalian. Jika kalian sudah memahami betul isi dari buku Manual tersebut, insya allah, kalian bisa lebih Jago dan Mahir. 


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yuk Kita lanjut dari pembahasan Mode Button dahulu:

1. M = MANUAL
    Sudah jelas huruf Kapital M yaitu Manual atau Custom, semua pengaturan ditangan kalian sekarang, mulai dari Shutter Speed, Aperture, ISO dkk.
2. P = PROGRAM
    Mode Program, mode yang hampir sama seperti si mode Auto, dimana si mode ini mengendalikan otomatis si Aperture dan Shutter Speed. Bedanya dengan Auto, mode ini kita dapat mengubah sendiri tingkat Exposure dan di mode ini, tidak ada Flash muncul secara otomatis seperti mode Auto.

3. A/Av = APPERTURE
    Mode ini, kita hanya bisa mengubah setting Apperture. Dimana si  Shutter Speed akan menyesuaikan dengan Apperture kita, 
4. S/Tv = Shutter Priority
    Di Mode ini, kita dapat mengubah Shutter Speed menjadi lebih cepat atau lambat, disini Apperture akan menyesuaikan otomatis tergantung dengan settingan shutter kita
-

Mana Tehnik Dasar-nya ?

   Oke santai, here we go, cuma ada 3 Tehniknya, Bukaan / Apperture, Shutter Speed, dan ISO. Bahas? Oke, yuk mari:
BUKAAN / APERTURE

Aperture adalah bukaan lensa dari si kamera, bukaan disini yaitu banyaknya cahaya yang masuk. Apperture disini berfungsi debagai pengendali elemen cahaya. Selain mengendalikan cahaya yang masuk, Apperture juga digunakan untuk menentukan kedalaman alias depth of field.
Apperture besar dapat membuat kedalaman menjadi tipis, akibatnya latar belakang subjek menjadi kabur/ blur. Sebaliknya, Apperture kecil membuat kedalaman Latar Belakang menjadi besar, akibatnya semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam fokus.
Lensa Bukaan Besar berarti nilai f-nya kecil dan Bukaan Kecil/ Sempit berarti nilai f-nya besar. 
Apperture dilambangkan f. Contoh, f/1 f/2 f/5.6 f/22 dan seterusnya
SHUTTER SPEED


adalah durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Shutter Speed berlambangkan pecahan per-detik, contohnya 1/30, 1/2000 dll.
Shutter Speed dapat digunakan saat kita ingin mengambil gambar di lapangan sepak bola dimana kita menginginkan subjek berhenti disaat momen yang kita inginkan, gunakanlah shutter speed secepat mungkin. Ingat, Aperture dan ISO juga berkaitan dengan ini, jika aperture dan ISO tak seimbang, maka gambar kita akan menjadi gelap atau malah terlalu terang.
ISO

ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. ISO dilambangkan dengan angka, semakin besar angka ISO, semakin banyak noise yang bermunculan. ISO sering kita temui dengan angka 50, 100, 200, 400, 800, 12800 dan berlipat lipat seterusnya. ISO dengan ukuran angka kecil berarti sensivitas terhadap cahaya rendah, ISO dengan angka besar berarti sebaliknya. Untuk pagi hari, kita sebaiknya menggunakan ISO rendah, cobalah dengan memulai ISO di angka 100 200. dan untuk di indoor yang gelap, jika kita tidak menginginkan flash keluar, manfaatkanlah ISO tinggi dengan resiko semakin besar ISO semakin banyak noise yang datang.
-
Oke Sekian dari penjelasan Tehnik Dasar ini. kembali lagi, jika kalian pingin lebih tau banyak tentang kamera kalian, bacalah buku manual. disana sudah diterangkan bagaimana kita dapat menghasilkan nightscape yang sip, panning dan lain lain. Blog ini juga bakalan bahas tentang tehnik tersebut di episode esoknya. so sip, thankies. papay (Azis)
Post a Comment
Abdurrachman Azis. Powered by Blogger.